Sebuah Teguran, Berubahlah

Surat peringatan kerja
Karyawan merupakan posisi dimana kita menjadi orang yang mengabdikan diri untuk kemajuan dan kebaikan perusahaan. Karyawan ,-apa pun itu posisi atau jabatannya dalam perusahaan,-  memang harus menunjukkan kualitas dan performa yang mumpuni. Karena, bisa jadi jika kita tak semaksimal dengan karyawan lainnya maka nasib tergantikan oleh karyawan - karyawan baru akan terjadi.

Dan inilah kisah saya,, 

Selasa, 25 Oktober 2016
Malam itu ketika rehat badannku pulih, secara tidak diduga saya mendapatkan pesan dari supervisor saya, mba Enny namanya. Isi dari pesan tersebut yakni tentang meeting bersama VP Services, Bang Rey. 

"Teman - teman, besok dimohon kehadirannya antara pukul 17.00 - 19.00 yaa, ditempatnya Mas Ricko lantai 27. Bang Rey mau ada yang dibicarakan. Makasih" kirim Mba Enny.

Tanpa saya tanya ini, itu langsung saya iyakan. 

"Siap Mbaa..." jawab saya.
Apa perasaan dan prasangka saat itu?. Saya sangat menyambut dengan gembira karena secara individual diberi pesan untuk ikut meeting bersama VP Services. Yang terbayang dan menjadi prasangka saya hanyalah sebuah meeting yang akan membahas program dan hal - hal yang terkait dengan NET.

Rabu, 26 Oktober 2016
Saya mempersiapkan betul untuk bisa hadir tepat waktu. Karena dalam benak saya, NET. sangat concern dan memperhatikan ketepatan waktu. Berat sebenarnya, karena hari Rabu tersebut saya masuk shift satu, (01.00 - 09.00 WIB). Kusiapkan alarm untuk bisa bangun tanpa telat.

Saya telat 10 menit dari jadwal meeting. Segera saya menuju lantai 27. Alhamdulillah, gumam saya. Ketika saya lihat lokasi meeting masih belum nampak tanda - tanda meeting dimulai. Ternyata, setelah dikonfirmasi tempat meeting sedang dipakai syuting program The East, program sitkom di NET. TV.

Kebetulan saya bertemu dengan Mas Ronald, teman editor di NET.  Waktu itu, kami bertemu di Musholla lantai 27.
"Loh, kok masih dikantor. Belum balik mas" tanya saya
"Masih ada keperluan nih. Lah, lu sendiri kok masih disini?" timpalnya
"Gw disuruh meeting sama mba Enny, kii... "
"Loh, sama.." jawabnya
"Oalah, siapa aja mas yang disuruh meeting." tanyaku serius
"Gua, mbak Fanny, mba Vera yang lainnya gua kagak tau."terangnya,
"Oh yaudah, ini lu mau sholat dulu yak?" 
"Iya.."
"Yaudah ntar bareng yaak.. gw mau ke lantai 28 dulu. Mau ngeprint surat cuti sekalian"
"Di 27 aja, kan bisa"
"Gak lah.... gak ada yang kenal. Yaudah ntar gw dikabari kalo udah kelar yaak"
"Ok"

Saya bergegas menuju lantai 28. Mengurus form cuti yang dari kemarin belum terurus. Meskipun cuti yang saya lakukan sudah beberapa hari sebelumnya (10 sampai 13 Oktober 2016).

Semuanya sudah kelar....

Saya menghadap Mba Enny untuk minta tanda tangan cuti. Tanpa saya duga, mba Enny ngajak ngobrol saya di ruangan Pak Rahmat. Tidak tau menau saya. Dan yang tak terpikirkan oleh saya saat itu, disampaikan. Mba Enny menjelaskan kenapa saya dan teman teman dikumpulkan. Beliau menceritakan bahwa posisi saya berada di 10 % nilai terbawah di divisi services. Dan itu merupakan posisi yang kurang menguntungkan. 

Saya tertegun. Mencoba menerima apa yang menjadi keputusan dan hasilnya. Panjang lebar mba Enny menceritakan dan memberikan penjelasan. Bahkan sempat ada ketidak percayaan dari mba Enny kalau saya berada di posisi ini. Semua itu karena hasil keputusan dan rangking dari HRD. 
Selepas dari pembicaraan dengan mba Enny, saya pun langsung menemui mas Ronald dan juga  beberapa teman yang dipanggil khusus. Kami ngobrol santai di Breakout sambil nunggu syuting dan Bang Rey. 

Berjam jam kami nunggu dan pada akhirnya sekitar jam 18.19 malam kami dipanggil untuk menghadap. 

"Teman - teman, ditunggu sekarang di tempat mas Ricko yaa. Makasih" ajak Mba Enny.

Yang menghadap saat itu ada mas Azbar, mas Ronald, Mba Vera, Mba Fanny, Mba Mona dan Saya sendiri. Ada dua teman lagi sebenarnya yang diundang, Shinta dna Aldi. Mereka berdua satu angkatan dengan saya, MDP 3.

Masuk diruangan Bang Rey, suasana menjadi mencekam. Jika bisa saya gambarkan, seperti renungan malam yang gak ada suaranya. Sepi..... Barulah setelah semuanya lengkap (meskipun kurang dua orang shinta (sedang makan) dan Aldi (ijin tidak mengikuti karena ada kepentingan)), Bang Rey mulai memberikan penjelasan. 

Inti penjelasan yang disampaikan oleh Bang Rey sama seperti apa yang disampaikan Mba Enny. Yaa.. Terkait nilai 10% terbawah. Sudah menjadi peraturan dan rule dari perusahaan yang memang memberlakukan sistem penilaian dan jika nilai berada di 10% terbawah maka akan mendapatkan warning berupa SP 1. SP 1 ini akan berlaku sampai masa evaluasi berikutnya yaitu Periode Penilaian Akhir Tahun 2016. (Penilaian akhir sekitar bulan Februari 2016). 

Dan fatalnya, jika pada masa evaluasi enam bulan kedepan tidak ada performa yang meningkat, maka akan mendapatkan SP 2, dan itu artinya yang mendapat SP 2 akan di berhentikan dari Perusahaan. Atau dalam bahasa disini di cut.

----
Yaah, begitulah peraturan yang ada diperusahaan tempat saya bekerja. Saya tidak menyalahkan peraturan ini. Karena saya juga sepakat dengan sistem demikian. Hal ini, menurut saya bisa menjadi salah satu cara perusahaan untuk bisa menjaga performa serta kualitas dari karyawan - karyawan yang ada.
---

Saya terima surat Confidential tersebut / surat peringatan pertama. Ini lah surat kedua yang saya dapatkan setelah surat pertama surat pengangkatan sebagai karyawan tetap.. 

Ternyata meeting, tak seperti yang saya bayangkan..

Kalau ditanya bagaimana perasaannya?. Sedih, pasti iyaa... Namun sedih yang saya rasakan bukan karena sedih mendapatkan SP1. Sedih yang saya rasakan, sedih karena selama ini kinerja saya belum bisa maksimal dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Selalu saya tanamkan pada diri saya, dimana bumi dipijak disitu langit dijinjing. Artinya saya harus bisa memberikan yang terbaik dimanapun saya bernaung.

Enam bulan kedepan menjadi waktu yang bisa saya gunakan semaksimal mungkin. Memberikan progress yang terbaik untuk perusahaan. Bagi saya tidak ada yang tidak mungkin, jika kita ingin bekerja keras dan bersungguh sungguh.

Dan jika pun nantinya saya di cut, saya harus menerima semua yang ditentukan. Semua adalah kehendak Tuhan. Perubahan hanya akan terjadi jika saya mau bekerja dan bersungguh - sungguh.Ingatlah selalu firman Nya bahwasanya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka” QS Ar - Ra'du ayat 11.

Kuningan, 26 Oktober 2016
Sarifudin | Blogger | Video Editor

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Sebuah Teguran, Berubahlah"

Post a Comment